eSPPT
Online 4 Users
rss_feed

Desa Bluri

Jl. Telpak Desa Bluri Kecamatan Solokuro
Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur , Kode Pos 62265

085731572820| 085731572820| mail_outline info@bluri.desa.id

  • HERU SUKADRI, SH

    Kepala Desa

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    01 Februari 2024 08:21:15
  • KHOIRUL HUDA, S.Pd

    Sekretaris

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    01 Februari 2024 08:21:38
  • H. ISNOMO

    Kaur Perencanaan

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    09 Januari 2024 10:56:02
  • ZAINAL ABIDIN, S.Kom

    Kaur Keuangan

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    28 Januari 2026 10:26:59
  • ABDUL HAKIM

    Kaur Umum dan Tata Usaha

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    26 Januari 2024 09:28:29
  • RUSTOMO, A.Ma

    Kasi Pemerintahan

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    09 Januari 2024 10:56:20
  • A. KHOLILUL WAHIB, S.Kom

    Kasi Pelayanan

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    29 April 2026 13:27:46
  • AMAM MARTONO, SE

    Kepala Dusun

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    09 Januari 2024 10:56:46

settings Pengaturan Layar

Selamat Datang Di Website Sistem Informasi Desa Bluri Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan | Kantor Desa Bluri membuka Pelayanan Publik pada hari Senin - Jumat pukul 08.00 - 15.00 WIB - Visi Misi Kepala Desa
Bulan Ini
Kelahiran
0 Orang
Kematian
0 Orang
Masuk
0 Orang
Pindah
0 Orang
Bulan Lalu
Kelahiran
0 Orang
Kematian
0 Orang
Masuk
0 Orang
Pindah
0 Orang

0

Hari Ini

0

Kemarin

0

Minggu Ini

0

Bulan Ini

0

Bulan Lalu

1

Tahun Ini

7

Tahun Lalu

31

Total
fingerprint
Sejarah Desa

01 Mei 2023 15:38:09 845 Kali

NAPAK TILAS SEJARAH ASAL USUL DESA BLURI
ADA DUA VERSI :

ASAL USUL DESA BLURI
( VERSI PERTAMA )

KEJADIAN PERKIRAAN TAHUN 1885 - 1990 M
DITERJEMAHKAN/DIPERBAHARUI TAHUN 2023

Ada dua satrio mengembara (B.jawa/lelono) dari luar, konon orang tersebut dari daerah Bluro, mereka berjalan kaki menelusuri hutan desa-desa sampai pada perbukitan, pada suatu hari mereka ingin melakukan meditasi (B.Jowo/ Topobroto) untuk mencari jati diri, mereka mencari tempat yang cocok untuk bertapa, kemudian mereka menemukan tempat diatas bukit yaitu ada batu besar dibawah pohon randu alas besar, mereka mulai melakukan Topobroto/meditasi dengan posisi berhadap-hadapan.

Mereka melakukan berbulan bulan sampai beberapa tahun, bahkan tempat yang mereka duduki ada cap kaki bersila, sehingga tempat tersebut dinamakan Tempat Pertapaan (B.Jawa/petapan), Sedangkan bukit dinamakan Gunung, orang menyebut “Gunung Petapan” dan ada yang menyebut “Gunung Setro”, dari kata “dua orang satrio”.

Diantara mereka berdua yang malakukan Topobroto ada satu yang tidak mampu melanjutkan karena besarnya godaan mahluk ghoib gendruwo jin priprayangan Banaspati bahkan Harimau jadi- jadian semua pada datang, maka ia jatuh sakit dan tidak sadarkan diri kemudian meninggal dunia dan dimakamkan tidak jauh dari pertapaan beliau bernama Sugeng.

Cerita kematian Sugeng ini adalah karena waktu bertapa ia tidak mampu, maka ia jatuh kebawah (B.jawa/nggelundung) sampai dibongkahan pohon jati (B.Jawa/sampek njeduk nok bongkahan kayu jati) yang sudah lapuk. Satrio yang satu ini meninggal ditempat, dan jasadnya tidak ada yang melihat jadi tidak ada yang mengurus, oleh sebab itu maka Ruhnya mendatangi temannya yang masih duduk bersila. Dibangunkan dan diantar ke jasadnya, baru mengerti bahwa temannya sudah meninggal, akhirnya jasadnya dikubur ditempat itu.

Dari cerita tersebut orang menyebut “Kuburan Mbudug” (dari peristiwa nggelundung sampek njedug nok bongkahan uwit jati) ada orang yang menyebut “Kuburan mbah mbudug/mbah Sugeng”. Temannya (Satrio yang masih hidup) menyebut Kuburan “Mbah sugeng” sebab (Ruh yang datang kepadanya adalah Sugeng artinya Hidup)

Satrio yang masih hidup sudah mengakhiri pertapaannya kemudian ia melanjutkan perjalanan pulang kedaerahnya yaitu Bluro. dikarenakan ada satrio yang ketinggalan sebab meninggal dan dikubur ditempat itu, maka Dua Satrio dari Bluro tinggal satu (B.jawa/kari siji nok mburi). Oleh karena itu pada suatu saat nanti ada perkembangan zaman (rejaning zaman) tempat tersebut dinamakan “Deso Mbluri”, yang sekarang disebut “Desa Bluri”.

Sekian

(Wallahu a'lam bis shawaab)

ASAL USUL DESA BLURI
( VERSI KEDUA )

Peristiwa telepak adalah peristiwa terjadinya peperangan antara Pangeran Dampuawang melawan para pasukan genderuwo jin pripayangan dan banaspati dan lain sebagainya.

Menghadapi pasukan yang begitu besar, maka Pangeran Dampuawang berfikir seribu kali bagaimana caranya untuk bisa mengalahkannya, pada akhirnya Pangeran Dampuawang minta bantuan orang lain yaitu Mbah Tolo.

Pangeran Dampuawang mendatangi tempat Mbah Tolo, untuk minta bantuan, Mbah Tolo siap membantu dari jarak jauh akan tetapi Pangeran Dampuawang diberi tombak sakti guna untuk menumpas para pasukan genderuwo jin pripayangan, banaspati dsb.

Pangeran Dampuawang menerima tombak sakti yang diberi Mbah Tolo, kemudian Pangeran Dampuawang siap mendatangi tempat yang sangat angker yang penuh penunggunya yaitu makhluk astral/ghaib itu, (B.Jawa istilahnya Jalmo moro jalmo mati, artinya siapa yang datang pasti meninggal). Ketika Pangeran Dampuawang datang ke tempat tersebut, semua para pasukan genderuwo jin pripayangan dsb tidak mau menampakkan diri, tapi Pangeran Dampuawang juga melihat kalau para pasukan jin-jin tersebut melihat (B.Jawa memelototi) pasukan Pangeran Dampuawang, tapi pasukan jin tidak bergerak, Pangeran tetap menunggu sampai mereka bergerak dan menyerangnya, Pangeran menunggu sampai lama, tapi mereka tidak/enggan bergerak dan tidak menyerangnya.

Pangeran Dampuawang dan pasukannya merasa kehausan, akan tetapi melihat di sekelilingnya tidak ada air, maka Pangeran Dampuawang beserta pasukannya membuat sumur dalam waktu singkat sebelum matahari terbit bahkan sebelum ayam berkokok sumur sudah jadi dan airnya sudah dapat diminum oleh Pangeran Dampuawang beserta pasukannya.

Pada waktu pagi-pagi ada orang lewat, dan terkejut melihat ada lobangan besar, setelah dilihat dengan dekat ternyata lobangan tersebut dalam, seperti sumur. Kemudian orang tersebut menyebutnya “Sumur Tiban”.

Ketika ada orang yang mengambil airnya ternyata didalam timbo (wadah air yang digunakan mengambil air dalam sumur) ada ikanya yaitu “Ikan Bambangan”, ikan itu dibawa pulang oleh orang

tersebut dan dirawat sampai besar, orang yang merawat tersebut menjadi cikal bakal juru kunci sumur. Orang tersebut berpesan kepada keluarga dan keturunannya agar jangan makan ikan

bambangan karena “Ikan Bambangan” dipercaya sebagai jelmaan makhluk ghaib penunggu sumur Tiban.

Pangeran Dampuawang melihat para pasukan genderuwo jin pripayangan dsb. Sudah ada yang mulai bergerak menyerangnya, Pangeran mulai siap-siap bersama pasukannya yang setia sambil

memegang tombak sakti dari Mbah Tolo.

Peperangan akhirnya dimulai, sekali Pangeran tebas dengan tombak sakti banyak pasukan jin yang kuwalahan dan mati, begitu pula beberapa pasukan Pangeran juga banyak yang kuwalahan

menghadapi pasukan jin-jin jahat sampai pusaka-pusaka yang dipegangnya jatuh (B.Jawa Telepokan).

Pasukan Pangeran banyak yang tidak memegang senjata, oleh karena itu pangeran memberi komando agar pasukannya mundur ke belakang ke arah utara “Mundur-mundur/mengguri mengguri”

(dalam B.Jawa).

Pasukan Pangeran Dampuawang pada mundur ke utara tapi bukan berarti kalah, akan tetapi tetap siaga mengambil setrategi, karena para pasukan genderuwo jin dsb. juga mengalami kuwalahan

dan pasukannya banyak yang tidak berdaya, maka pimpinan pasukan jin memutuskan untuk menyerah kepada Pangeran Dampuawang.

Pasukan jin menyerahkan diri kepada Pangeran Dampuawang dengan syarat agar mereka tetap bertempat tinggal disekitar sumur tersebut. Pangeran Dampuawang juga siap menerimanya dengan

syarat jangan mengganggu pengikutku, orang-orang yang lewat sini, dan bahkan orang yang mengambil air di sumur ini, sebab air Sumur ini untuk warga desa sini. Peperangan sudah selesai, kedua belah pihak sepakat dengan masing-masing syarat yang mereka ajukan.

Ketika Pangeran Dampuawang mau mengembalikan tombak sakti yang terbuat dari emas kepada Mbah Tolo akan tetapi Pangeran Dampuawang mendengar kabar bahwa Mbah Tolo sudah meninggal dan kuburannya berada di Setalok sebelah timurnya desa. Orang

menyebutnya “Mbah Talok atau Mbah Tolo”.

Pangeran Dampuawang tidak mungkin menyimpan dirumahnya karena sangat sakti dan berbahaya tombak tersebut, dikhawatirkan makhluk yang ada dalam tombak tersebut mengganggu keluarganya. Sehingga Pangeran Dampuawang memutuskan untuk dipendam

disebelah utara “pohon jangkang” yang besar, sampai sekarang kuburan tombak panjang masih ada. Tombak sakti tersebut apabila dilihat seperti emas, sehingga banyak orang ingin memilikinya.

Para pegikut setia Pangeran Dampuawang ada yang meninggal orang menyebutnya Mbah Telepak dan dikubur disebelah timurnya pohon jangkang. Mendengar ada tombak emas sakti yang dikubur,

banyak orang luar yang ingin datang untuk berziarah/nyekar ke Kuburan Mbah Telepak dan bermaksud meminta kekayaan.

Kuburannya diberi batas pagar batu yang tersusun rapi dan sekarang sudah diganti pagar tembok oleh juru kunci.

 

PERISTIWA TERSEBUT BANYAK MENGANDUNG ARTI DIANTARANYA YAITU:
  1. Mbah Tolo pemilik tombak sakti, pesareannya di Setalok sebelah timurnya desa (Masih ada sampai sekarang).
  2. Sumur Tiban/ Sumur Telepak (masih ada sampai sekarang) sebelah baratnya jalan utama desa.
  3. Ayam jago yang berkokok di waktu menjelang pagi menandai selesainya pembuatan sumur (tinggal cerita).
  4. Ikan Bambngan adalah simbol penunggu sumur/ jelmaan makhluk ghaib, maka dari itu tidak boleh dibunuh dan dimakan (tinggal cerita).
  5. Tombak emas sakti (kuburan panjang masih ada) terletak di sebelah utara pohon sawo kecik.
  6. Pada saat peperangan Pusaka milik pengikut Pangeran Dampuawang yang berjatuhan dalam istilah B.Jawa “Telepokan”, oleh sebab itu tempat tersebut dinamakan “Telepak” karena berasal dari kata “Telepokan”.
  7. Pesarean pengikut Pangeran Dampuawang yang meninggal orang menyebut “Pesarean Mbah Telepak” sekarang berada di sebelah selatan pohon sawo kecik.
  8. Pasukan disuruh mundur ke belakang arah utara, dalam B.Jawa “mundur-mundur ngalor, ayo mengguri-mengguri” dari cerita tersebut menjadi desa MBLURI yang berasal dari kata “mengguri” sekarang dinamakan DESA BLURI.

SEKIAN
(Wallahu a'lam bis shawaab)

Dikutip dari :
Cerita nenek moyang
Kitab babat tanah Jawi (Bahasa Kawi)

Disadur By :Fatwa

chat
Kiriman Komentar

Pada artikel ini

chat
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

Prakiraan Cuaca

Gagal menampilkan data. Gagal menampilkan data.

assessment Statistik

account_circle Pemerintah Desa

Alamat : Jl. Telpak Desa Bluri Kecamatan Solokuro
Desa : Bluri
Kecamatan : Solokuro
Kabupaten : Lamongan
Kodepos : 62265
Telepon : 085731572820
No. HP : 085731572820
Email : info@bluri.desa.id

map Wilayah Desa

message Komentar Terkini

  • person Rangga Saputra

    date_range 06 Januari 2024 23:13:30

    Majulah desa ku tercinta...kita buktikan kepada dunia [...]

folder Arsip Artikel


event Agenda


  • Belum ada agenda

reorder Youtube

assessment Statistik Pengunjung

Hari ini : 62
Kemarin : 148
Total Pengunjung : 100.688
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.182
Browser : Mozilla 5.0

work Jam Kerja

Hari Mulai Selesai
Senin
08:00:00 16:00:00
Selasa
08:00:00 16:00:00
Rabu
08:00:00 16:00:00
Kamis
08:00:00 16:00:00
Jumat
08:00:00 16:00:00
Sabtu
Libur
Minggu
Libur
TRANSPARANSI ANGGARAN
Sumber Data : Siskeudes
insert_chart
APBDesa 2024 Pelaksanaan

Realisasi | Anggaran

Pendapatan Desa
Rp. 1.325.858.866,00 | Rp. 1.335.022.666,00
99.31 %
Belanja Desa
Rp. 1.325.858.866,00 | Rp. 1.335.022.666,00
99.31 %
insert_chart
APBDesa 2024 Pendapatan

Realisasi | Anggaran

Lain-Lain Pendapatan Asli Desa
Rp. 98.400.000,00 | Rp. 98.400.000,00
100 %
Dana Desa
Rp. 803.355.000,00 | Rp. 803.355.000,00
100 %
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp. 66.749.966,00 | Rp. 66.749.966,00
100 %
Alokasi Dana Desa
Rp. 315.353.900,00 | Rp. 324.517.700,00
97.18 %
Lain-Lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp. 42.000.000,00 | Rp. 42.000.000,00
100 %
insert_chart
APBDesa 2024 Pembelanjaan

Realisasi | Anggaran

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp. 477.503.866,00 | Rp. 486.667.666,00
98.12 %
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp. 638.645.000,00 | Rp. 638.645.000,00
100 %
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp. 101.910.000,00 | Rp. 101.910.000,00
100 %
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp. 107.800.000,00 | Rp. 107.800.000,00
100 %